Showing posts with label Kisah Nyata. Show all posts
Showing posts with label Kisah Nyata. Show all posts

Wednesday, 11 November 2015

Devil's Knot (2013) - The Truth Is Out There



Atom Egoyan belum bosan mengangkat masalah missing kids. Kalau sebelumnya sutradara ini menggaet Ryan Reynolds dan Scott Speedman untuk memecahkan kasus anak perempuan yang hilang di Captives, kali ini Egoyan tak main-main menjual dagangannya dengan memasang sekaligus dua peraih oscar yang terbilang masih muda yaitu Colin Firth dan Reese Witherspoon.

Devil's Knot mencoba bermain-main dengan emosi penonton, khususnya orang tua yang memiliki anak dengan mengangkat kisah nyata misteri hilangnya tiga bocah laki-laki di Memphis Barat yang terjadi di tahun 90an. Film dibuka dengan cerita Pam Hobbs (Reese Witherspoon) yang menjemput anak laki-lakinya dari sekolah. Bocah bernama Stevie itu kemudian bepamitan untuk bermain sepeda bersama dua temannya sesampai dirumah. Tiga bocah ini bermain terlalu jauh menyebrangi sungai dan masuk ke dalam hutan. Hingga malam menjelang mereka pun tidak pulang sehingga para orang tua pun kebingungan. Di tempat yang berbeda, disebuah restauran siap saji juga terjadi sedikit keganjilan. Seorang pria berkulit hitam yang berlumuran darah masuk ke kamar mandi, namun setelah dilaporkan ke polisi oleh manager restauran, pria tersebut hilang secara misterius.


Pencarian ketiga bocah itu pun di mulai esok harinya. Polisi menyisir semua neighborhood dan hingga sampai ke hutan tempat ketiga bocah itu terakhir terlihat. Dan pencarian pun berakhir saat salah seorang polisi akhirnya menemukan mayat mereka di dasar sungai dengan kondisi mengenaskan. Sontak warga sekitar heboh dan pencarian pembunuh tiga bocah malang itu dimulai.

Hasil investigasi intensif mengarah ke tiga remaja belasan tahun yang diduga pembunuhnya. Lalu apa benar tiga bocah tersebut tewas sebagai tumbal pemujaan setan? Apa hubungan pria berkulit hitam yang berlumuran darah di restoran siap saji tadi dengan pembantaian tersebut? Lalu apa yang terjadi saat Pam Hobbs malah menemukan bukti bahwa pembunuh anaknya mungkin adalah orang terdekatnya? Dan apa yang terjadi saat seorang penyidik berhasil menguak jika banyak kesaksian dalam pengadilan banyak yang tidak singkron dengan yang ada di lapangan?

Atom Egoyan dengan cara yang implisit menyuruh penonton mengintepretasi sendiri kemungkinan-kemungkinan yang dia coba sodorkan lewat potongan-potongan adegan saat tokoh yang dimainkan dengan baik oleh Colin Firth mencoba menguak misteri pembunuhan yang banyak kejanggalan ini. Penonton dibuat ikut terlibat menebak-nebak siapa pembunuh sebenarnya, meski memang di akhir kisah (dan di kisah nyatanya) pelaku sudah tertangkap. Namun sineas ini ingin kembali mengapungkan keraguan tentang siapa pelaku sebenarnya dan kemungkinan aparat menghukum orang-orangan yang tak bersalah. Penemuan pisau di loteng, tali sepatu Stevie yang lepas dan pria misterius di restauran atau bahkan prilaku ayah korban seolah menjadi bukti yang walau lemah tetap menjadi kemungkinan-kemungkinan yang hingga saat ini belum terjawab. Namun mampu menghantui pikiran  penonton hingga film usai.


Colin Firth dan Reese Witheespoon tak perlu diragukan aktingnya. Sayangnya, film ini seperti tak punya fokus utama hingga eksplorasi setiap karakter tidak begitu dalam. Begitu pula ritme dan tensi yang ditampilkan tidak begitu menggigit untuk sebuah court drama dengan balutan misteri, padahal 30 menit pertama penonton sudah dibuat tercekam dengan narasi dan adegan saat tiga bocah ini bersepeda. Dekade 90an belum begitu lama, namun entah mengapa era tersebut seolah dibuat begitu old school di film ini. Dan yang sedikit janggal adalah timeline yang sering tidak diberikan ke penonton, sehingga penonton awam sedikit kebingungan. Kisah ini sendiri bisa dibilang adalah dramatisasi dari versi dokumenter yang sukses di buat HBO ditahun 2012 saat para pelaku akan segera menghirup udara bebas. Jika anda menginginkan kisah yang akurat dengan fakta2 yang dibeberkan, versi dokumenternya adalah pilihan yang tepat. Dan Devil's Knot hanya berupa intepretasi yang berusaha merekam peristiwa tersebut dengan sinematografi yang menawan dan akting jempolan para bintangnya. Good job, Egoyan.

Hollywoof! memberi nilai B

Memorable scene: Adegan diawal cerita saat Stevie bernyanyi lagu country sambil dituntun ibunya cukup menyentuh, apalagi setelah nanti kita tahu jika bocah malang itu akan tewas mengenaskan.

Devil's Knot
Genre              :           Drama
Sutradara        :           Atom Egoyan
Penulis             :           Paul Harris Boardman
Pemain            :           Reese Witherspoon, Colin Firth
Durasi              :           124 menit

Friday, 6 November 2015

The Gamechangers (TV Movie) 2015





Life Is Not A Video Game

Siapa yang tak kenal Grand Theft Auto atau GTA. Game brutal penuh kontroversi ini menjadi game super laris yang selalu ditunggu serinya. Nah, The Gamechangers menyoroti tuntutan hukum yang pernah dialami perusahaan pengembangnya, Rockstar, di masa GTA San Andreas.

Diceritakan terjadi penembakan terhadap aparat yang dilakukan seorang remaja penggila video game GTA. Pengacara Jack Thompson menyalahkan video game yang sering dimainkan remaja tersebut sebagai pencetus perilaku brutal. Dengan segala upaya, pengacara asal Florida ini membangun kesadaran masyarakat betapa berbahayanya video game yang penuh kekerasaan itu. Namun tuntutannya terhadap perusahaan pengembangnya, Rockstar Games yang semula bermarkas di Inggris, tak membuahkan hasil.

Rockstar yang menang telak malah tengah mengembangkan kelanjutan game laris mereka itu dengan menyisipkan mini game cabul. Mesti tak jadi dimasukkan, ternyata kode game tersebut masih ada di dalam keping yang dipasarkan. Hingga suatu ketika para modders alias hackers berhasil mengotak atiknya dan menyebarkan adegan mesum itu ke media. Tentu saja ini kesempatan baik bagi Jack Thompson untuk kembali menyerang Rockstar Games.

Berhasilkah? Yang jelas GTA terus berlanjut hingga seri kelima dengan kontroversi yang lebih heboh.

The Gamechangers berhasil menuturkan kisah dua sisi dengan baik. Jack Thompson dan cara berpikirnya terus membuat penonton yakin kalau memang benar ada hubungan antara tendensi prilaku yang mengarah kekerasan terhadap kebiasan bermain video game bertema kriminal. Walau sedikit yang mendukungnya, namun argumennya terasa mengena.

Sementara pihak Rockstar yang digawangi Sam Houser terus meyakinkan kita bahwa bisnis yang mereka jalani tak ada hubungannya dengan pembunuhan yang terjadi. A video game is just a video game. Nothing more nothing less.

Daniel Radcliffe yang telah lama melepas jubah Harry Potter, tampil memikat sebagai pemilik Rockstar. Tampil brewokan dan bergaya hipster, Radcliffe mampu menyelami tokoh Sam Houser dengan baik. Sementara Bill Paxton yang tampil dengan penuh kerutan di wajahnya masih kurang garang sebagai pengacara. Mungkin karena kita terlalu sering menyaksikan serial-serial bertema hukum, sehingga kita merasa tokoh Jack Thompson terlalu lamban untuk seorang pengacara.

Banyak yang menyamakan drama hukum satu ini mirip The Social Network, tapi Hollywoof! merasa plot The Gamechangers masih lebih mudah diikuti untuk penonton awam sekalipun. Pesan moral "Menang jadi abu, kalah jadi arang" terasa sangat pas ditampilkan di akhir cerita, tapi itu kalau anda betah menyaksikan film drama ini hingga detik terakhir.

Hollywoof! memberi nilai B+

The Gamechanger patut disaksikan karena ada si Harry Potter dan tentu saja sekelumit kisah kontroversi GTA.

 

Baca Juga

Powered by Blogger.

Pengunjung

Sponsor

Hottie of The Month

Hottie of The Month
Klik Foto

HiStats

 

© 2013 Hollywoof! . All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top